Begini Niat dan Cara Sholat Gerhana 2020

Sebelum kita menjumpai fenomena gerhana di tahun 2020, sebagai umat islam sebaiknya kita harus tau bagaimana niat dan cara melakukan sholat sunnah gerhana.

Konten [Tutup]
    Tau nggak sih? Di tahun 2020 ini, akan banyak terjadi fenomena alam Gerhana Matahari dan Bulan. Dalam Islam jika terjadi fenomena gerhana matahari maupun gerhana bulan disunnahkan untuk melakukan sholat gerhana. Sholat dua gerhana ini hukumnya memang sunnah, tapi sunnah muakkad, yaitu seperti boleh dilakukan atau tidak tapi sangat dianjurkan untuk dilakukan. Bagaimana Niat dan Cara Sholat Dua Gerhana?

    Shalat gerhana matahari cincin
    Ilustrasi Gerhana

    Bagaimana Niat dan Cara Sholat Gerhana yang akan terjadi di Tahun 2020

    Sebelum kita membahas Niat dan Cara Sholat Gerhana, Kalian guys harus tahu pengertian gerhana secara ilmiah dan makna gerhana menurut Islam. Kita juga akan mengetahui tanggal-tanggal terjadinya gerhana baik gerhana matahari atau gerhana bulan selama tahun 2020.

    Fenomena Gerhana Secara Ilmiah

    Secara ilmiah, Pengertian Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan yaitu: Gerhana Matahari merupakan fenomena alam yang terjadi saat Matahari, Bulan dan Bumi berada dalam satu garis langsung, sehingga cahaya matahari yang sampai ke bumi terhalang oleh bulan. Gerhana Matahari ada tiga macam yaitu Gerhana Matahari Total, Gerhana Matahari Parsial dan Gerhana Matahari Cincin.

    Fenomena Gerhana Matahari Total bisa dilihat jika kita tepat berada di wilayah yang tepat di tengah-tengah bayangan bulan ketika cahaya matahari menabrak bumi. Sehingga seolah-olah siang hari gelap seperti malam.
    Gerhana matahari Parsial (Sebagian) terjadi jika posisi Matahari, Bulan dan bumi tidak benar-benar dalam satu garis lurus.
    Gerhana Matahari Cincin terjadi karena posisi Matahari yang mencapai titik terjauhnya dari bulan, sehingga sinar yang sampai ke bumi nampak seperti cincin.

    Sedangkan Gerhana Bulan adalah fenomena alam yang terjadi saat Bumi berada diantara Matahari dan Bulan dalam satu garis langsung sehingga tidak semua cahaya matahari sampai ke bulan.
    Gerhana Bulan dibagi menjadi dua macam, yaitu Gerhana Bulan Total dan Gerhana Bulan Parsial. Gerhana bulan ini bisa terjadi selama berjam-jam sedangkan gerhana Matahari hanya terjadi selama beberapa menit.

    Fenomena Gerhana di Tahun 2020

    Tahun 2020, setidaknya akan ada 6 Gerhana yang akan terjadi. Setelah sebelumnya pada akhir taun lalu terjadi Gerhana Matahari di tanggal 26 Desember dan yang baru-baru ini Gerhana Bulan pada 11 Januari lalu. Lima lain diantaranya adalah:

    • 6 Juni 2020 akan terjadi Gerhana Bulan 
    • 21 Juni 2020 akan terjadi Gerhana Matahari Cincin 
    • 5 Juli 2020 akan terjadi Gerhana Bulan 
    • 20 November 2020 akan terjadi Gerhana Bulan 
    • 14 Desember 2020 akan terjadi Gerhana Matahari Total

    Makna di balik terjadinya Fenomena Dua Gerhana

    Apa sebenarnya makna terjadinya gerhana menurut islam?. Bagaimanakah kita seharusnya menyikapi fenomena gerhana menurut islam. Guys, coba perhatikan hadits berikut ini.

    1499. Dan Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dari Malik bin Anas dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya dari Aisyah -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah -dan lafazhnya juga darinya- ia berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami Hisyam dari bapaknya dari Aisyah ia berkata; Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah terjadi gerhana matahari, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan shalat (gerhana). Beliau berdiri lama sekali, lalu ruku' dengan lama sekali, kemudian bangun dari ruku' dan berdiri lama sekali, namun tidak seperti lama berdirinya yang pertama, lalu beliau ruku' lama sekali, namun tidak seperti ruku'nya yang pertama, lalu beliau sujud. Kemudian beliau berdiri lama, namun tidak seperti lama berdirinya yang pertama, lalu beliau ruku' lama namun tidak seperti lama ruku'nya yang pertama. Kemudian beliau mengangkat kepalanya (bangkit), lalu berdiri lama, akan tetapi tidak seperti lama berdirinya yang pertama, kemudian beliau ruku' lama, namun tidak seperti lama ruku'nya yang pertama, lalu beliau sujud. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai shalat, matahari telah bersinar terang. Lalu beliau menyampaikan khutbah di hadapan para jama'ah. Beliau pertama-tama memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebagian dari tanda kebesaran Allah, dan keduanya tidaklah mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Karena itu, apabila kalian melihat gerhana matahari atau bulan, maka bertakbirlah dan berdo'alah kepada Allah, serta shalat dan bersedekahlah. Hai umat Muhammad, sungguh tidak ada kebencian yang melebihi kebencian Allah jika ada hamba-Nya (lelaki atau perempuan) yang berzina. Hai umat Muhammad, demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa. Bukankah aku telah menyampaikan?" Dan dalam riwayat Malik; "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat dari ayat-ayat Allah." Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Hisyam bin 'Urwah dengan isnad ini. Dan ia juga menambahkan; "Amma Ba'du, sesungguhnya matahari dan bulan termasuk dari ayat-ayat Allah." Ia juga menambahkan; "Kemudian beliau mengangkat keduanya tangannya dan membaca: 'Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan? '" Hadits Riwayat Muslim no. 1499
    1518. Telah menceritakan kepada kami Abu Amir Al Asy'ari Abdullah bin Barrad dan Muhammad bin Al Ala` keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa ia berkata; Pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah terjadi gerhana matahari, beliau terkejut dan bergegas berdiri karena takut kalau-kalau akan terjadi kiamat. Sampai beliau masuk ke masjid dan melaksanakan shalat dengan berdiri, ruku dan sujud yang panjang sekali, aku belum pernah melihat beliau memanjangkan bacaan sedemikian lama sebelumnya, kemudian beliau bersabda: "Sesungguhnya semua tanda-tanda yang dikirimkan Allah ini bukanlah disebabkan oleh meninggalnya atau lahirnya seseorang, akan tetapi Allah mengirimnya untuk menakut-nakuti para hamba-Nya. Oleh sebab itu jika kalian melihatnya maka bersegeralah berdzikir mengingat Allah, memanjatkan do'a padaNya, serta memohon ampunan-Nya." Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Al 'Alaa' disebutkan: "Terjadi gerhana matahari…" dan dia berkata; "Untuk menakut-nakuti hambaNya". Hadits Riwayat Muslim no. 1518
    Tau Nggak Sih Guys, Kebiasaan Arab Jahilliyah zaman dulu, Jika terjadi Gerhana baik Matahari ataupun Bulan, mereka mangait-ngaitkan tentang kelahiran atau kematian orang besar di kalangan kaum mereka. Seperti kejadian ketika Ibrahim putra Rasulullah SAW meninggal saat terjadi Gerhana Matahari, orang mengaitkan karena kematian Ibrahim. Padahal, Allah menciptakan Gerhana adalah untuk menakut-nakuti hamba-Nya agar tidak melakukan maksiat dan sadar akan kebesaran-Nya.

    Syekh Ibnu Utsaimin pernah berkhotbah, bahwasanya Bila Allah hendak membikin takut hamba-Nya, dia akan menutupi keduanya dengan menyembunyikan cahanya secara total atau sebagian sebagai peringatan mudah-mudahan mereka bertaubat, menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan-Nya. Menurutnya, gerhana yang banyak terjadi pada masa sekarang ini adalah karena banyaknya kemaksiatan dan fitnah yang terjadi pada saat ini. Kebanyakan penghuni bumi pada masa ini justru sangat menyepelekan masalah gerhana ini. Orang-orang sekarang menjadikan gerhana tidak bernilai sedikitpun, bahkan tidak tergerak hatinya karena lemahnya iman dan hanya menyandarkan pada ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kejadian alam biasa. Melalaikan syari’at dan hikmah yang tersimpan.
    Gerhana memang mempunyai sebab-sebab alam terjadinya, seperti menurut orang-orang, baik islam maupun kafir. Begitu pula dengan sebab-sebab syari’ah yang hanya ditetapkan oleh orang-orang beriman.

    Fakta-fakta Sholat Dua Gerhana

    1. Sholat Gerhana atau Sholat Khusuf adalah sholat yang dilakukan ketika terjadi gerhana baik matahari maupun gerhana bulan. 
    2. Jika terjadi gerhana dianjurkan sholat dan bukan mengamatinya. 
    3. Dilakukan secara berjamaah tapi masih diperbolehkan melakukan sholat sendiri. 
    4. Waktu sholat Gerhana adalah dari mulai terjadinya gerhana sampai selesai. 
    5. Sholat Khusuf tidak boleh dilakukan saat gerhana belum dimulai maupun sudah berakhir 
    6. Jika sholat selesai sebelum gerhana selesai, melakukan dzikir sampai gerhana usai. Jika gerhana selesai, sebelum sholat usai maka cepat-cepat melakukan sholat sebelum gerhana selesai. 
    7. Imam berkhotbah mengingatkan tentang Kebesaran Allah, hikmah dibalik dua gerhana, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Berdoa memohon pengampunan dan keselamatan umat.

    Niat dan Tata Cara Sholat Dua Gerhana

    Mengawali sholat gerhana cukup dengan menyerukan “Assholatu jami’ah” dan melakukan sholat gerhana dalam dua rekaat. Dalam dua rekaat terdiri dari empat kali ruku’ dan empat kali sujud.

    1. Membaca Niat dalam hati “Saya sengaja melakukan sholat sunnah gerhana matahari/bulan dua rekaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala” 
    2. Takbirotul Ihram 
    3. Membaca Iftitah 
    4. Membaca Ta’awudz 
    5. Membaca Surat Alfatihah dengan keras 
    6. Membaca surat panjang seperti surat Albaqoroh atau yang sama panjangnya 
    7. Ruku’ dengan lama 
    8. I’tidal 
    9. Bangun lagi untuk membaca Al-fatihah kedua 
    10. Membaca surat boleh lebih pendek yang pertama 
    11. Ruku’ lagi tapi tidak selama seperti yang pertama 
    12. I’tidal 
    13. Sujud lama disertai duduk diantara dua sujud 
    14. Bangun dari Sujud untuk melakukan rekaat kedua. Pada rekaat kedua bacaannya boleh lebih pendek dari rekaat pertama. 
    15. Setelah selesai sujud pada rekaat kedua, Tasyahud 
    16. Salam

    Hal- hal yang dilakukan selama terjadi Gerhana

    Jika menjumpai fenomena dua gerhana di tahun 2020, sebagai umat Islam sebaiknya melakukan tata cara sholat gerhana. Selain sholat, Ketika terjadi gerhana baik gerhana matahari maupun bulan juga dianjurkan melakukan hal-hal berikut:
    • Sholat Sunnah Dua Gerhana 
    • Berdzikir dan berdoa meminta ampun kepada Allah SWT 
    • Bersedekah dan membabaskan budak
    Semoga Bermanfaat.

    Tidak ada komentar :

    Posting Komentar